Makassar-Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC) melalui Program Charity and Health menyelenggarakan Festival Anak Istimewa (FAI) dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember 2017 di Pelataran Istana Balla’ Lompoa, Kab. Gowa.

Festival Anak Istimewa (FAI) merupakan salah satu bentuk kepedulian YPMIC terhadap anak-anak difabel dalam meningkatkan eksistensinya melalui kegiatan perlombaan yangΒ fun dan edukatif, di antaranya lomba fashion show, menyanyi, puisi dan mewarnai yang mampu melatih kreativitas dan percaya diri anak-anak difabel. Kegiatan ini juga digagas sebagai suatu upaya dalam meningkatkan kesadaran semua pihak serta menggalang solidaritas terhadap pemenuhan hak dan kesetaraan bagi anak-anak difabel.

Kegiatan ini dihadiri oleh siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Se-Kota Makassar dan Kab. Gowa sejumlah 300 orang dan memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gowa dan beberapa supporting partner, di antaranya Toko Kue Chocolicious, Toko Kue Adijaya, RM. Wong Solo, RM. Ayam Penyet Surabaya, dan UKM Seni UNM. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Kepala Dinas Sosial Kab. Gowa, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Bidang Rehabilitas, Kepala Departemen Agama, Camat Somba Opu, Lurah Sungguminasa, Forum Pemerhati Anak Disabilitas, Pekerja Sosial, dan Komunitas Koin untuk Negeri (KUN).

H. Syamsuddin B, S.Sos.,M.Si.,MH, selaku Kepala Dinas Sosial Kab. Gowa dalam sambutannya mengungkapkan β€œPerlu bagi kita untuk memberikan perhatian besar kepada generasi muda, khususnya anak difabel agar mereka bisa mandiri, berkarya dan berkreasi untuk menunjukkan potensi diri mereka sehingga tercipta kesejahteraan sosial yang merata, khususnya pada kaum difabel. Dan Festival Anak Istimewa ini merupakan salah satu wadahnya” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Gowa, Nurwahidah Ilham mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini “Melalui kegiatan Festival Anak Istimewa ini, anak-anak yang merasa memiliki kerkurangan/ disabilitas diharapkan tidak lagi merasa bahwa mereka tidak diperhatikan, tetapi mereka merasa bahwa kehadiran mereka, lengkaplah semua kebahagiaan. Di Kabupaten Gowa sendiri, sudah ditetapkan sebagai kabupaten layak anak dan kami juga telah menerapkan sekolah inklusif, sehingga untuk perbedaan-perbedaan antara anak yang bukan difabel dan difabel itu tidak ada lagi.” pungkasnya.

No body has nothing, tak ada anak yang tak memiliki kelebihan. Sekalipun mungkin di mata kita difabel, tetapi mereka memiliki kelebihan yang mungkin kita sendiri tidak memilikinya. Oleh karena itu, mari kita berikan ruang dan wadah untuk anak-anak kita agar bisa tampil di depan publik, melatih kreativitas dan inovasinya”, ungkap Founder YMPIC, Dr. Nur Hidayah, S.Kep., Ns. M.Kes dalam sambutannya.

“Kami ingin mengetuk hati masyarakat, mari perlakukan mereka secara setara, memberikan hak-hak untuk membahagiakan mereka, melihat mereka tersenyum dan bagaimana mereka bisa berkompetisi dan mengakui bahwa mereka itu ada” tutup Dr. Nur Hidayah, S.Kep., Ns. M.Kes.