Gowa, Minggu, 27 September 2026 — Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC) kembali membuka ruang pembelajaran bagi mahasiswa melalui kegiatan wawancara dan observasi lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Kewirausahaan Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan yang berlangsung di Kantor YPMIC menjadi bagian dari tugas mata kuliah Analisis Kebijakan Bisnis sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah organisasi menjalankan program, membangun jejaring, serta berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Sebanyak delapan mahasiswa hadir secara langsung di YPMIC untuk melakukan observasi dan wawancara. Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep dan teori mengenai ekosistem bisnis melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga dapat melihat secara langsung praktik organisasi dan hubungan antaraktor dalam lingkungan nyata.


Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai YPMIC, mulai dari karakteristik organisasi, pengembangan program, proses pelaksanaan kegiatan, hingga bagaimana YPMIC membangun dan mempertahankan hubungan dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.
Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk memahami bagaimana sebuah organisasi mengidentifikasi kebutuhan, merancang kegiatan, menentukan prioritas program, melakukan evaluasi, serta mengambil keputusan dalam menghadapi berbagai dinamika yang muncul selama pelaksanaan program. Pendekatan observasi secara langsung tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menghubungkan konsep yang dipelajari dalam mata kuliah Analisis Kebijakan Bisnis dengan kondisi yang mereka temukan di lapangan.
Sesi wawancara menghadirkan Muhammad Farid Abidin, selaku Direktur Media Informasi dan Komunikasi YPMIC, sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, mahasiswa berdiskusi mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan pengelolaan organisasi dan ekosistem kerja YPMIC, termasuk bagaimana program dirancang dan dikembangkan, proses evaluasi, pengambilan keputusan, serta hubungan organisasi dengan mitra dan pemangku kepentingan.
Diskusi berlangsung secara interaktif. Para mahasiswa tidak hanya menggali informasi mengenai profil dan aktivitas YPMIC, tetapi juga berusaha memahami proses di balik pelaksanaan berbagai program. Hal tersebut mencakup bagaimana YPMIC membangun kerja sama dengan berbagai pihak, bentuk keterlibatan mitra dalam kegiatan, serta bagaimana komunikasi dan hubungan kelembagaan dipelihara agar kolaborasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Muhammad Farid Abidin menyampaikan bahwa kunjungan mahasiswa ke YPMIC merupakan bagian penting dari pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung dinamika sebuah organisasi di luar lingkungan akademik.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa UNM di YPMIC. Pembelajaran melalui observasi dan wawancara seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat bahwa dalam menjalankan sebuah program, terdapat berbagai proses yang saling berkaitan, mulai dari perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan, evaluasi, hingga membangun hubungan dengan mitra dan pemangku kepentingan. Pengalaman langsung seperti ini dapat membantu mahasiswa memahami bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan dalam kondisi nyata,” ujar Muhammad Farid Abidin.
Selain melakukan wawancara, mahasiswa juga melakukan observasi terhadap lingkungan dan aktivitas YPMIC. Melalui observasi tersebut, mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai bagaimana organisasi mengelola kegiatan dan membangun ekosistem kerja yang melibatkan berbagai pihak dengan latar belakang dan kepentingan yang berbeda.
Kegiatan ini juga memperkenalkan mahasiswa pada pentingnya kolaborasi dan jejaring kemitraan dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat. YPMIC selama ini mengembangkan berbagai program melalui kerja sama dengan institusi pendidikan, organisasi masyarakat, lembaga pemerintah, komunitas, organisasi internasional, serta berbagai mitra lainnya. Hubungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program sekaligus memperluas manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Dari perspektif pembelajaran kewirausahaan, pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa ekosistem organisasi tidak hanya dibangun melalui aktivitas internal, tetapi juga melalui hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan. Kemampuan membangun komunikasi, mengidentifikasi peluang kolaborasi, menjaga kepercayaan, serta memahami kebutuhan masing-masing pihak menjadi bagian penting dalam keberlanjutan sebuah program atau organisasi.
Kegiatan wawancara dan observasi ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa proses pengambilan keputusan dalam organisasi perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk tujuan program, kebutuhan masyarakat, kapasitas organisasi, hasil evaluasi kegiatan sebelumnya, serta ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung mengenai bagaimana suatu organisasi menjalankan fungsi dan programnya dalam lingkungan nyata. Hasil wawancara dan observasi selanjutnya dapat menjadi bahan bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas mata kuliah Analisis Kebijakan Bisnis, sekaligus memperkaya perspektif mereka mengenai hubungan antara teori, kebijakan, organisasi, dan praktik di lapangan.
Bagi YPMIC, keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran seperti ini merupakan bagian dari komitmen untuk membuka ruang bagi perguruan tinggi dan mahasiswa dalam melakukan pembelajaran, observasi, penelitian, serta pengembangan pengetahuan berbasis pengalaman nyata. Interaksi antara organisasi masyarakat dan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan manfaat dua arah, baik bagi pengembangan kapasitas mahasiswa maupun bagi organisasi dalam memperoleh perspektif baru dari generasi akademik.
Kehadiran mahasiswa Program Studi Kewirausahaan UNM di YPMIC juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang semakin erat antara dunia akademik dan praktik pemberdayaan masyarakat. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya belajar memahami bagaimana sebuah organisasi bekerja, tetapi juga melihat bagaimana kolaborasi, komunikasi, pengambilan keputusan, dan pengelolaan program menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun organisasi yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, YPMIC kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi ruang belajar terbuka bagi mahasiswa dan perguruan tinggi, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu memahami persoalan secara lebih kontekstual, berpikir kritis, dan menghubungkan pengetahuan akademik dengan realitas yang dihadapi masyarakat.
Discover more from YPMIC
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
