Makassar, Jumat, 7 Agustus 2026 — Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC) mengajak seluruh masyarakat Kota Makassar untuk berpartisipasi dalam Kampanye Publik Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan yang akan diselenggarakan pada Minggu, 9 Agustus 2026, di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Boulevard, Makassar. Kegiatan ini menjadi momentum kolaboratif berbagai organisasi dalam mengedukasi masyarakat sekaligus menguatkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kampanye publik ini merupakan hasil sinergi antara Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT), Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC), Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar, Permabudhi, Pelita Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan, serta Kelompok Kerja Pengawas Pendidikan Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Kolaborasi lintas organisasi ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam membangun budaya pendidikan yang humanis dan menjunjung tinggi perlindungan hak-hak anak.

Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum ini menghadirkan berbagai rangkaian acara edukatif dan sosial yang dapat diikuti secara gratis. Selain menjadi ruang kampanye publik, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran bersama dalam mencegah segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, madrasah, maupun pondok pesantren.

Salah satu agenda utama yang akan menjadi perhatian adalah Talk Show Pendidikan yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang akademik, pemerintahan, dan organisasi masyarakat. Para narasumber yang akan berbagi gagasan dan pengalaman dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat, yaitu:

  • Dr. H. Muhammad, S.Ag., M.Ag., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar.
  • Prof. Nur Hidayah, S.Kep., Ns., M.Kep., Founder Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC).
  • Prof. Dr. H. Muhammad Amri, Lc., M.Ag., Wakil Rektor IV UIN Alauddin Makassar sekaligus Direktur Pesantren IMMIM Putra.

Melalui sesi diskusi ini, masyarakat akan memperoleh wawasan mengenai pentingnya membangun budaya pendidikan yang berlandaskan kasih sayang, penghormatan terhadap hak anak, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mencegah kekerasan di dunia pendidikan.

Selain talk show, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan menarik dan bermanfaat, di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, deklarasi Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan, serta penandatanganan komitmen bersama sebagai simbol dukungan terhadap terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermartabat.

Founder YPMIC, Prof. Nur Hidayah, S.Kep., Ns., M.Kep., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan mengambil bagian dalam gerakan kolaboratif tersebut.

“Melindungi anak dari segala bentuk kekerasan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui kampanye ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya pendidikan yang penuh kasih sayang, menghargai martabat setiap anak, serta menciptakan ruang belajar yang aman bagi generasi masa depan. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula dampak positif yang dapat kita hadirkan,” ujar Prof. Nur Hidayah.

Sebagai salah satu penyelenggara, YPMIC meyakini bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi penting dalam menghadirkan perubahan sosial yang berkelanjutan. Kampanye ini tidak hanya menjadi media edukasi, tetapi juga ruang bertemunya pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, tokoh agama, komunitas, tenaga kesehatan, pendidik, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum untuk menyuarakan komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang bebas dari kekerasan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Sarasehan Pondok Pesantren Regional Sulawesi, yang akan diselenggarakan pada 22–23 Agustus 2026. Dengan demikian, kampanye publik ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus membangun sinergi lintas sektor dalam mendukung transformasi dunia pendidikan yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan.

YPMIC mengundang seluruh masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya untuk hadir dan berpartisipasi pada:

🗓 Hari/Tanggal: Minggu, 9 Agustus 2026
🕖 Waktu: Pagi hari (bertepatan dengan kegiatan Car Free Day)
📍 Lokasi: Car Free Day, Jalan Boulevard, Makassar

Mari menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan sekolah, madrasah, dan pondok pesantren yang aman, ramah anak, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Karena setiap anak berhak tumbuh, belajar, dan berkembang dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, rasa aman, dan penghormatan terhadap martabat kemanusiaan.


Discover more from YPMIC

Subscribe to get the latest posts sent to your email.