
Gowa, Kamis, 30 Juli 2026 — Komitmen untuk menghadirkan Kampanye Publik Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan yang berkualitas dan memberikan dampak nyata terus diperkuat melalui serangkaian koordinasi intensif antarpenyelenggara. Pada Kamis (30/7), Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC) bersama para mitra kembali menggelar rapat koordinasi secara daring sebagai bagian dari upaya memantapkan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Boulevard, Kota Makassar.
Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang telah menghasilkan berbagai kesepakatan awal mengenai konsep, pembagian peran, serta arah pelaksanaan kampanye. Pada pertemuan kali ini, fokus pembahasan diarahkan pada penyempurnaan teknis kegiatan, penguatan koordinasi antarpenyelenggara, serta memastikan seluruh rangkaian acara dapat berjalan secara efektif, terstruktur, dan memberikan manfaat yang luas kepada masyarakat.
Sebagai salah satu penyelenggara, YPMIC terus mengambil peran aktif dalam membangun komunikasi lintas organisasi agar pelaksanaan kampanye tidak hanya menjadi sebuah kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi gerakan edukasi publik yang mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Selain membahas perkembangan persiapan yang telah dilakukan masing-masing tim, rapat juga menghasilkan komitmen untuk memperluas jejaring kolaborasi dengan mengajak berbagai organisasi, komunitas, institusi pendidikan, lembaga sosial, serta mitra strategis lainnya yang sebelumnya belum bergabung sebagai partner penyelenggara. Langkah ini dilakukan agar gerakan Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan semakin inklusif dan mampu melibatkan lebih banyak elemen masyarakat dalam upaya perlindungan anak dan penguatan budaya pendidikan yang humanis.
YPMIC menilai bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan salah satu kunci utama dalam membangun kesadaran publik mengenai pentingnya menciptakan ruang belajar yang aman dan bermartabat. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula dampak edukasi dan advokasi yang dapat dihasilkan melalui kampanye ini.
Dalam rapat tersebut, seluruh penyelenggara juga melakukan peninjauan terhadap agenda kegiatan, strategi publikasi, pelibatan relawan, mekanisme pelaksanaan setiap sesi, serta koordinasi teknis dengan seluruh pihak yang akan berpartisipasi. Berbagai masukan dan gagasan konstruktif disampaikan untuk memastikan setiap aspek kegiatan dipersiapkan secara matang.
Program Director YPMIC, Maria Ulfa Ashar, menyampaikan bahwa proses koordinasi yang berkelanjutan merupakan bagian penting dalam membangun kegiatan kolaboratif yang berkualitas.
“Gerakan Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, setiap proses persiapan perlu dilakukan secara matang melalui komunikasi dan koordinasi yang baik antar seluruh mitra. Kami berharap semakin banyak organisasi yang bergabung sehingga pesan perlindungan anak dan budaya pendidikan yang humanis dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ujar Maria Ulfa Ashar.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah gerakan sosial tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, tetapi juga dari kuatnya sinergi yang terbangun antarberbagai pihak dalam memperjuangkan tujuan yang sama.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh penyelenggara juga menyepakati bahwa akan dilaksanakan rapat finalisasi beberapa hari menjelang pelaksanaan kegiatan. Rapat tersebut akan difokuskan pada penyelesaian seluruh aspek teknis, pembagian tugas akhir, konfirmasi partisipasi seluruh mitra, serta memastikan seluruh kebutuhan operasional telah siap sebelum hari pelaksanaan.
Kampanye Publik Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan sendiri merupakan bagian dari gerakan bersama yang melibatkan berbagai organisasi dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak di lingkungan sekolah, madrasah, dan pondok pesantren. Selain menghadirkan edukasi kepada masyarakat, kegiatan ini juga akan diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, talk show pendidikan, deklarasi Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan, serta penandatanganan komitmen bersama sebagai simbol dukungan terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat.
Melalui koordinasi yang terus diperkuat hingga menjelang hari pelaksanaan, YPMIC bersama seluruh mitra optimistis Kampanye Publik Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan akan menjadi ruang kolaborasi yang mampu menggerakkan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan pendidikan yang lebih aman, inklusif, penuh kasih sayang, dan berorientasi pada perlindungan hak-hak anak sebagai investasi bagi masa depan Indonesia.
Discover more from YPMIC
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
