Dewasa ini, maraknya deskriminasi yang terjadi pada masyarakat terutama pada perempuan membuat banyaknya masalah masalah yang merujuk ke mental seseorang. Ada banyak masalah yang telah terjadi akhir ini diantaranya kasus ibu yang membunuh anaknya sendiri, seorang istri yang dibunuh oleh suaminya sendiri dan masih banyak lagi. Belum lagi masalah lainnya yang terjadi pada perempuan yang diantaranya menstruasi, pernikahan, masa kehamilan, melahirkan dan menopase yang menambah stres ataupun depresi pada perempuan. Semua ini dapat terjadi akibat kurangnya kesetaraan gender yang mempengaruhi kesehatan mental.
Dikutip dari Organisasi Kesehatan Dunia bahwa Kesehatan mental sebagai suatu keadaan kesejahteraan dimana individu menyadari kemampuannya, mengatasi tekanan normal dari hidup, bekerja secara produktif dan bermanfaat, dan memberikan kontribusi kepada komunitasnya.
Pentingnya pengetahuan mengenai kesehatan mental dan kesetaraan gender ini mendorong pemerintah desa Tukamasea untuk melaksanakan kegiatan Pelatihan Kader Posyandu Tentang Pengarustamaan Gender (PUG). Pelatihan ini dilaksanakan di aula kantor desa Tukamasea sendiri yang dihadiri oleh kepala dinas kesehatan kab. Maros, seluruh kader posyandu dan beberapa dari elemen masyarakat tukamasea. Dalam kesempatan ini founder YPMIC menjadi salah satu narasumber untuk masalah kesehatan mental dan penyetaraan gender.
Dalam pelatihan ini founder YPMIC berbagi cara meningkatkan kesehatan mental yang diantaranya pendidikan berkualitas, pekerjaan dan ekonomi kemandirian, peran aktif dalam pengambilan keputusan, respek dari lawan jenis, gender egaliter, masyarakat bebas kekerasan, perawatan kesehatan yang memadai dan penghapusan disparitas gender di setiap bidang kehidupan.
Semua orang pasti mengalami stres, akan tetapi yang perlu kita ketahui bersama adalah bagaimana cara kita pulih dalam stres yang dialami. Ucap Founder YPMIC Dr. Nur Hidayah
Discover more from YPMIC
Subscribe to get the latest posts sent to your email.




