Tata kelola administrasi desa masih sering menjadi keluhan masyarakat. Pasalnya, aparat desa yang tidak tertib administrasi menyebabkan buruknya pelayanan publik hingga mengganggu jalannya roda pemerintahan daerah. Karena itu, dibutuhkan tenaga-tenaga ahli dan terampil dalam mengelola administrasi desa.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bulukumba bekerja sama dengan Serum Institute dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC) menggelar Pelatihan Tata Kelola dan Administrasi Pemerintahan Desa.

Pelatihan ini terdiri dua angkatan. Angkatan I telah berlangsung pada 12–14 Mei lalu di Hotel d’Maleo Makassar, dengan peserta sebanyak 49 orang. Sedangkan angkatan II diselanggarakan di Hotel Max One Makassar mulai 19–21 Mei 2017, dengan peserta sebanyak 54 orang. Peserta dalam pelatihan ini adalah aparat desa khususnya sekretaris desa yang bergelut dalam adminisitrasi pemerintahan desa.

Founder YPMIC, Nur Hidayah mengatakan, pelaksanaan pelatihan ini sebagai jawaban atas permasalahan dalam tata kelola dan manajemen administrasi di desa. Para peserta dibimbing tentang pemahaman tata kelola pemerintahan yang baik hingga diberikan berbagai keterampilan teknis dalam mengelola administrasi desa.

“Desa sebagai front line manajemen dan pemerintahan merupakan center point yang harus diperhatikan. Aparat desa harus dibekali pengetahuan, skil dan prilaku dalam melayani masyarakat yang baik,” ujar Nur Hidayah.

Pelatihan ini, kata Nur Hidayah untuk meningkatkan kemampuan aparat desa dalam mengelola administrasi desa sehingga tertib administrasi sesuai dengan Permendagri nomor 47 tahun 2016 tentang Administrasi Pemerintahan Desa.

Model pelatihan yang diinisiasi oleh YPMIC bekerjasama dengan Serum Institute sebagai supporting partner menggunakan metode pelatihan yang aplikatif, kreatif dan enjoy, sehingga peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan.

Direktur Serum Institute, Andries Riesfandhy, mengatakan melalui pelatihan ini aparat desa mampu menciptakan sebuah pemerintahan yang transparan, acuntable, dan partisipatif, sehingga tercipta percepatan pembangunan di desa. (ris)