Sepuluh negara mengikuti International Conference Sustainable Development Goals of United Nations (ICSUN) 2017 di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/3/2017).

Delegasi dari sepuluh negara mengikuti konferensi yang berlangsung selama dua hari ini, yaitu dari Indonesia, India, Malaysia, Kamboja, USA, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Jerman, Kanada.

Kegiatan yang baru pertama kali dilakukan ini merupakan inisiasi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Sekretaris Konferensi, Dr Nurhidayah mengatakan kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pencapaian tujuan khususnya dalam rangka perdamaian dunia.

“Ini kami inisiasi karena melihat perkembangan saat ini bahwa dunia berada dalam kondisi di mana kekerasan, ekstremisme, radikalisme, dan terorisme ada di mana-mana, mulai dari rumah tangga hingga masyarakat secara umum,” kata dia.

Menurut Nurhidayah, tujuan konferensi ini adalah mengumpulkan berbagai unsur baik akademisi, politisi, religius leader, hingga mahasiswa, untuk duduk bersama dan merumuskan sebuah konsep dan ide-ide dalam pencapaian perdamaian dunia.

“Peran pendidikan itu sangat penting, kita sebagai akademisi UIN di mana visinya agar peradaban Islam menjadi mendunia, dan bagaimana kita bisa mengambil peran dalam mencapai perdamaian dunia itu,” ucapnya.

“Kita mengharapkan, setelah kegiatan ini, akan ada ide dan konsep yang bisa kita berikan kepada generasi muda kita ke depan, supaya mereka bisa hidup rukun, damai aman sentosa, dengan berbagai agama yang ada di Indonesia,” tambah Nurhidayah.

Ia menambahkan ICSUN 2017 ini terselenggara karena diketahui bahwa Indonesia adalah negara multikultur, berbagai agama, suku, etnik ada di dalamnya.

“Atas dasar itulah banyak negara yang datang dan ingin melihat Indonesia bisa hidup bersama dalam keragamannya meskipun di beberapa tempat ada konflik, tapi itu bisa diselesaikan,” imbuhnya.

“Mereka para peserta datang ke sini supaya bisa duduk bersama untuk pencapaian itu, dan ternyata Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi dasar untuk membangun perdamaian tersebut,” kata dia.

Berbagai bentuk kegiatan dilaksanakan seperti telekonferen dengan profesor di USA, presentasi pembicara dari luar negeri, serta ada city tour.

Sumber:Β http://www.tribunnews.com/regional/2017/03/10/10-negara-ikuti-konferensi-di-makassar-bahas-masalah-perdamaian-dunia