Amman, Yordania – April 2025 – Ibn Battuta International Centre for Intercultural Studies (IBCIS) bersama Arab Thought Forum (ATF) Yordania akan menyelenggarakan Konferensi Internasional Ibn Battuta ke-4 yang sangat dinanti-nantikan. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada bulan September 2025 di Amman, Yordania. Kolaborasi strategis ini menjadi tonggak penting dalam upaya bersama untuk memperkuat dialog lintas budaya, mendorong pertukaran akademik, dan mengeksplorasi warisan perjalanan luar biasa Ibn Battuta.

Nota Kesepakatan (MoU) baru-baru ini ditandatangani oleh Dr. Sadiq Al-Faqih, Sekretaris Jenderal ATF, dan Dr. Abbas Panakkal, Direktur IBCIS. MoU ini menandai dimulainya kerja sama resmi dan membuka jalan bagi konferensi yang mengusung tema “Perdagangan, Perjalanan, Tradisi, dan Arah: Pertukaran Global yang Membentuk Dunia.” Tema ini akan membahas peran jalur perdagangan, perjalanan, dan tradisi budaya dalam membentuk sejarah global dan masyarakat kontemporer.

Konferensi ini bertujuan untuk mendorong dialog lintas budaya, menyoroti kontribusi Ibn Battuta dalam pertukaran global, serta mengkaji pengaruh jangka panjang jalur perdagangan Arab terhadap dinamika geopolitik masa kini. Acara ini juga akan menjadi wadah bagi para cendekiawan dan pemikir global untuk mendiskusikan keterkaitan antara perdagangan, perjalanan, tradisi, dan pembangunan global.

Dengan bangga diumumkan bahwa Yang Mulia Pangeran Hassan bin Talal, pendiri Arab Thought Forum, akan menjadi pelindung resmi IBCIS dan Konferensi Internasional Ibn Battuta ke-4. Kehadiran dan dukungan beliau diharapkan dapat meningkatkan prestise acara ini sebagai forum utama untuk pertukaran intelektual dan diplomasi budaya. Yang Mulia juga akan memberikan pidato pembukaan dan menunjukkan komitmennya terhadap misi konferensi dalam membangun pemahaman global yang lebih luas.

Dalam pertemuan terkait konferensi ini, Dr. Abbas Panakkal mempersembahkan bukunya yang berjudul Musaliar King kepada Pangeran Hassan. Sang Pangeran menyampaikan bahwa beliau telah membaca buku tersebut dan memberikan apresiasi atas pendekatannya dalam historiografi dekolonial. Dalam diskusi tersebut, Pangeran Hassan juga berbagi wawasan berharga tentang sejarah Kerajaan Hashemite, yang semakin memperkaya tema konferensi terkait pertukaran budaya dan dialog intelektual.

Konferensi ini akan mengangkat empat tema utama: peran perdagangan dalam membentuk koneksi global, dampak perjalanan dan penjelajahan terhadap dinamika dunia, pengaruh tradisi dalam pertukaran lintas budaya, serta pengaruh berkelanjutan dari pertukaran sejarah terhadap pembangunan global masa kini. Diskusi-diskusi ini akan menyoroti peran penting dunia Arab dalam membentuk sejarah global pada masa pertengahan dan modern.

Yordania dan kawasan Arab secara keseluruhan akan menjadi pusat perhatian dalam konferensi ini, mengingat perjalanan Ibn Battuta yang melintasi wilayah tersebut. Kawasan Syam, Jazirah Arab, dan Afrika Utara merupakan simpul penting bagi para pedagang, cendekiawan, dan pelancong. Konferensi ini akan menekankan peran krusial kawasan-kawasan tersebut dalam perkembangan sejarah perdagangan, ziarah, dan pertukaran ilmu pengetahuan.

Kolaborasi antara IBCIS dan ATF akan menjamin terselenggaranya acara yang komprehensif dan berdampak besar. IBCIS akan memimpin inisiatif akademik serta mendorong partisipasi internasional, sementara ATF akan menangani logistik lokal, publikasi media, dan hubungan masyarakat. Kedua lembaga ini berkomitmen untuk memastikan keberhasilan konferensi serta memaksimalkan dampak akademik dan budayanya.

Sebagai bagian dari perluasan jejaring kolaborasi internasional, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC) turut tergabung sebagai mitra dalam penyelenggaraan Konferensi Internasional Ibn Battuta ke-4. Keikutsertaan YPMIC tidak hanya memperkuat representasi Indonesia dalam forum global ini, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen yayasan dalam mendukung pengembangan dialog lintas budaya dan pendidikan global. YPMIC akan terlibat aktif dalam mendorong partisipasi akademisi dari Indonesia, serta menjembatani pertukaran ide dan inisiatif kolaboratif antara negara-negara Asia dan dunia Arab.

Arab Thought Forum (ATF) adalah lembaga intelektual terkemuka yang berfokus pada penguatan dialog lintas budaya, pertukaran gagasan, dan mendukung inisiatif yang berkontribusi pada pembangunan dunia Arab dan masyarakat global. ATF menjadi platform diskusi konstruktif mengenai isu-isu global, dengan menghadirkan beragam perspektif untuk mendorong pemahaman dan solusi bersama. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs web www.atf.org.jo.

Ibn Battuta International Centre for Intercultural Studies (IBCIS) berkomitmen untuk memajukan pemahaman lintas budaya melalui riset, dialog, dan program pendidikan. Pusat ini memainkan peran penting dalam menyoroti arti penting dari pertukaran budaya, baik yang bersifat historis maupun kontemporer, dalam membentuk masyarakat global.

Konferensi Internasional Ibn Battuta ke-4 ini menjanjikan menjadi sebuah peristiwa bersejarah, yang akan menyajikan wawasan berharga tentang pertukaran global yang membentuk dunia. Dengan dukungan Yang Mulia Pangeran Hassan bin Talal dan partisipasi aktif dari YPMIC, konferensi ini akan menjadi forum penting bagi dialog budaya dan intelektual, sekaligus memperkuat pentingnya pertukaran global dalam mendorong pemahaman dan kerja sama antarbangsa.

Sumber: https://ibnbattuta.info/2025/04/05/hrh-prince-hassan-bin-talal-to-patronize-the-4th-ibn-battuta-international-conference-in-amman/


Discover more from YPMIC

Subscribe to get the latest posts sent to your email.