Makassar, 18 Oktober 2023 – Hari ketiga kegiatan pelatihan guru agama yang bertemakan “Penguatan Profil Pelajar Toleran Melalui Pendidikan Agama yang Dialogis” menjadi hari yang sangat vital dalam rangkaian acara ini. Meskipun hanya terdiri dari satu sesi, namun sesi ini menjadi puncak dari seluruh pelatihan, yang akan memungkinkan peserta untuk merencanakan, mengimplementasikan, mengadaptasi, memantau, dan mengevaluasi program-program pendidikan agama yang telah mereka pelajari selama beberapa hari terakhir.
Sesi penting ini, yang diberi judul “Rencana Aksi Program dan Tindak Lanjut,” bertujuan memberikan peserta alat yang dibutuhkan untuk merancang dan menjalankan program-program pendidikan agama yang mendorong toleransi dan dialog. Para guru agama didorong untuk memikirkan secara kreatif tentang cara mengintegrasikan nilai-nilai toleransi dan dialog ke dalam kurikulum mereka, serta bagaimana mengadaptasi program-program yang ada agar lebih inklusif dan mendukung perbedaan keyakinan.
Selain itu, peserta juga diajarkan bagaimana memantau dan mengevaluasi efektivitas program-program tersebut. Hal ini penting untuk memastikan bahwa upaya mereka benar-benar mencapai tujuan dalam membentuk profil pelajar yang toleran dan penuh pemahaman terhadap berbagai agama.
Kegiatan ini juga menjadi persiapan akhir sebelum para peserta melanjutkan perjalanan mereka pada hari terakhir dalam serangkaian kegiatan ini. Besok, pada hari Kamis, tanggal 19 Oktober, para guru agama akan mengunjungi beberapa tempat ibadah yang berbeda untuk memahami dan menghormati berbagai keyakinan agama. Rangkaian kunjungan ini akan dimulai di Vihara Girinaga, kemudian ke Masjid Ahmadiyah Makassar. Setelah itu, mereka akan berkunjung ke Masjid Raya Makassar sebelum mengakhiri perjalanan mereka di Gereja Immanuel Makassar.
Ini adalah langkah konkret untuk memahami dan merasakan keragaman agama dalam masyarakat. Para peserta akan memiliki kesempatan unik untuk melihat, mendengar, dan belajar tentang bagaimana tempat-tempat ibadah yang berbeda mempromosikan nilai-nilai toleransi dan kerukunan antar-agama.
Kegiatan ini telah menciptakan kesadaran yang lebih dalam dan komitmen yang lebih kuat untuk menjadikan pendidikan agama sebagai alat utama dalam membangun generasi muda yang toleran dan menghargai keragaman. Diharapkan bahwa para guru agama yang mengikuti pelatihan ini akan membawa semangat dan pengetahuan baru ke dalam kelas mereka, memastikan bahwa pelajar di masa depan akan tumbuh menjadi warga negara yang berpandangan luas, toleran, dan penuh pemahaman terhadap perbedaan agama.
Discover more from YPMIC
Subscribe to get the latest posts sent to your email.





