Hari terakhir pelatihan “Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bimbingan Konseling Bagi Guru Pesantren dan Madrasah” di Sulawesi Selatan menjadi momentum penutup yang sangat berarti bagi para peserta. Dalam hari terakhir ini, fokus utama adalah mendalami pemahaman tentang dinamika permasalahan siswa, serta memberikan arahan konkret bagi peserta dalam menerapkan ilmu yang telah mereka peroleh selama dua hari terakhir.

Narasumber hari terakhir tetap dipimpin oleh dua ahli psikologi yang telah membimbing para peserta sejak awal pelatihan, yaitu Dedi Nasruddin, S.Psi, M.Psi, dan Titin Florentina, S.Psi, M.Psi. Namun, kali ini mereka membawakan materi dengan tema yang baru, yaitu “Dinamika Permasalahan Siswa”.

Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami secara mendalam berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi oleh siswa dalam lingkungan pesantren dan madrasah. Mulai dari masalah akademik, emosional, hingga sosial, para peserta diberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memberikan bimbingan serta konseling yang efektif kepada siswa yang mengalami permasalahan tersebut.

Selain materi utama, pada hari terakhir ini, para peserta juga diberikan tugas lanjutan berupa Rencana Tindak Lanjut (RTL). Tugas ini bertujuan untuk memastikan bahwa ilmu yang telah mereka dapatkan dapat diimplementasikan secara nyata ketika mereka kembali ke madrasah atau pesantren masing-masing. RTL tersebut berisi langkah-langkah konkret yang akan mereka ambil untuk menerapkan keterampilan bimbingan dan konseling yang baru mereka peroleh dalam kegiatan sehari-hari.

Kegiatan hari terakhir berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme, dengan peserta yang aktif terlibat dalam diskusi dan tanya jawab dengan narasumber. Para peserta sangat menyadari pentingnya peran mereka sebagai pembimbing dan konselor dalam membantu siswa mengatasi berbagai permasalahan yang mereka hadapi.

Sebagai penutup, kegiatan pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi para peserta, tetapi juga memberikan mereka alat-alat praktis yang dapat mereka gunakan untuk meningkatkan kualitas bimbingan dan konseling di lingkungan pesantren dan madrasah. Dengan rasa syukur dan semangat yang membara, para peserta meninggalkan acara ini, siap untuk menghadapi tantangan baru dalam memberikan kontribusi positif bagi pendidikan agama di daerah mereka masing-masing.

Klik Disini untuk melihat dokumentasi kegiatan


Discover more from YPMIC

Subscribe to get the latest posts sent to your email.