Trending topik selama sepekan terakhir dalam berbagai media online dengan mencatat Sejarah baru di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar dengan meraih gelar Guru Besar pertama. Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah., S.Kep., Ns., M.Kes selain sebagai Dosen pada Program Studi Keperawatan FKIK UIN Alauddin Makassar beliau adalah Founder Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC).

Founder YPMIC telah mendarmabaktikan dirinya untuk bergerak aktif dalam berbagai program kemasyarakatan khususnya pada level grassroot. Dedikasinya dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, pemberdayaan Masyarakat membuktikan kepeduliannya terhadap masalah-masalah sosial, kemanusiaan dan keagamaan yang dihadapi bangsa ini. Keberhasilannya dalam memperoleh gelar Guru besar atau Professor sekaligus mematahkan narasi sebelumnya jika FKIK NIHIL GURU BESAR, capaian ini pantas mendapatkan apresiasi dari seluruh pihak tidak hanya dari kalangan akademisi tetapi juga dari seluruh komunitas dan Masyarakat Indonesia.

Kepemimpinan beliau tidak diragukan lagi dalam berbagai organisasi tidak hanya sebagai founder YPMIC dan pendiri Peace Institute South Sulawesi tetapi juga beliau pernah menjadi Sekertaris dan ketua jurusan keperawatan, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FKIK UIN Alauddin Makassar; Sekertaris Peacebuilding Institut; Kepala Sekolah SMK Gunung Sari 2 Makassar selama 12 Tahun, Sekertaris Forum Sekolah Kesehatan Sulawesi Selatan, Sekertaris AIPNI Regional 12, Ketua IKA SMPN 18 Ujungpandang, serta keanggotaannya dalam berbagai komunitas perdamaian dan lintas iman.

Beliau adalah founder yang ulet dan aktif membangun jaringan Kerjasama baik dalam dan luar negeri hal ini terbukti dengan banyaknya program dan project yang beliau peroleh sejak berdirinya YPMIC di tahun 2015. Kemampuan komunikasi dan negosiasi yang baik menjadikan beliau mampu bekerjasama dengan berbagai negara-negara seperti India, Uni Emirat Arab, Austria, Filipina, Korea Selatan, Malaysia, Australia, Cambodia, Pakistan mendatangkan banyak kolaborasi internasional yang terjalin dari tangan dinginnya. Tidak hanya di luar negeri Kerjasama dalam negeripun berhasil dijalin dengan beberapa dinas dan kementerian seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Sulawesi Selatan, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan masih banyak lagi institusi Pendidikan yang ada baik dalam skala local maupun nasional.

Kemampuan founder dalam menuangkan ide, pikiran, inovasi dapat kita lihat nyata dalam berbagai project yang dinahkodainya dibeberapa kegiatan seperti conference, pelatihan, workshop, bakti sosial, kampanye perdamaian, kampanye media sosial yang juga dapat pembaca lihat langsung dari akun TV CHANNEL YPMIC. Project terakhir dan fenomenal yang beliau kerjakan adalah membuat video documenter ritus suci dan rumah ibadah di Sulawesi Selatan yang di launching Bersama kanwil kementerian agama dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Sulawesi Selatan mendapatkan penghargaan Sembilan HKI dari kemenkumham. Dari project ini beliau berharap bahwa setiap tempat ibadah dan ritus suci menjadi media edukasi yang baik untuk membangun toleransi yang baik antar umat beragama di Sulawesi Selatan.

Lebih lanjut Prof Nur Hidayah menjelaskan berbagai project masa depan yang akan dirancang untuk mengambil peran penting dan berkontribusi menyelesaikan masalah-masalah sosial yang menjadi tantangan Masyarakat global saat ini. Kita tunggu ide-ide besar, kreatif dan inovatif dari beliau yang pastinya akan membawa Rakyat Sehat, Masyarakat Berdaya, Indonesia Maju. Selamat ibu Founder YPMIC telah meraih gelar akademik tertinggi Professor semoga ini menjadi Catatan Sejarah Baik yang menjadi contoh bagi generasi masa depan Indonesia yang gemilang.


Discover more from YPMIC

Subscribe to get the latest posts sent to your email.