Toleransi beragama adalah sikap untuk yang saling menerima dan keterbukaan terhadap adanya umat dengan agama yang beragam. Tidak peduli terhadap agama apa yang dianut, setiap orang selayaknya dapat saling menghargai satu dengan yang lain. Tujuan dari toleransi beragama yaitu untuk membuat suasana atau situasi yang dan harmonis serta menciptakan kerjasama antar umat beragama.
Dewasa ini sangat marak terjadi kekerasan dalam beragama, Sulawesi Selatan menduduki peringkat kedua dalam pelanggaran kebebasan beragama dan perusakan tempat ibadah. Dan secara spesifik lagi Makassar merupakan salah satu dari sepuluh kota di Indonesia dengan tingkat toleransi terendah. Selain itu, Pemerintah Kota Makassar telah mengambil kebijakan yang diskriminatif terhadap kelompok minoritas dan tidak memiliki pernyataan dan tindakan nyata untuk melawan intoleransi beragama.
Melihat hal tersebut, YPMIC dan KAICIID bekerjasama untuk menaggapi hal tersebut diatas. Pada tanggal 9 februari 2023 diadakan Seminar Nasional Dan Launching Film Dokumenter dengan tema “Penguatan Dialog Spiritual Praktis antar Pemuda Lintas Agama Melalui Wisata Suci”. Seminar ini diadakan di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi-selatan yang dihadiri oleh ratusan peserta baik itu dari pemerintahan, organisasi perdamaian, pemuda-pemudi lintas iman dan masih banyak lagi. Selain seminar, pada acara ini dirangkaikan pula dengan Launching Film Dokumenter yang berisikan eksplorasi Rumah Ibadah di Kota Makassar dari semua agama yang bertujuan untuk membangun perdamaian.
Sebagai pelengkap, hari ini diadakan Kunjungan Makam & Rumah Ibadah seperti Makam Pangeran Diponegoro, Vihara Ibu Agung Bahari, Masjid Terapung Amirul Mukminin dan GPIB Immanuel Makassar yang diikuti oleh pemuda-pemudi lintas iman.
“Saya banyak sekali mendapat pengalaman, pengetahuan, informasi lebih mendalam dari peserta yang dari berbagai agama, saya seorang umat kristiani yang sangat senang dapat berkunjung ke Vihara Ibu Agung Bahari dan masuk kedalam Masjid Amirul Mukminin dan saya harap kedepannya bukan hanya saya yang tertarik mengenai toleransi beragama ini tapi lebih banyak lagi orang diluar sana yang dapat menerima perbedaan kita untuk menciptakan perdamaian di indonesia”, Ujar salah satu peserta Kunjungan Rumah Ibadah
Discover more from YPMIC
Subscribe to get the latest posts sent to your email.








