Jurnalis : Hariani
Editor : Masdin

Unsulbar News, Majene. Dua pekan pasca gempa yang menghantam beberapa wilayah di Sulawesi Barat, Kolaborasi dari Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC) adakan layanan kesehatan di beberapa titik posko pengungsian korban gempa.

Kegiatan akan berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni Selasa dan Rabu, 02-03 Februari 2021. Hari pertama pelaksanaan di titik pengungsian beralokasi di Desa Bambangan, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Kolaborasi dari tim kesehatan yang terjun langsung ke lokasi, yakni wakil dekan Fikes Unsulbar, sejumlah dosen Unsulbar dan UINAM, staf Fikes Unsulbar, beberapa mahasiswa Unsulbar dan UINAM profesi Ners, Dokter, Perawat, serta beberapa alumni yang ikut berpartisipasi.

Salah satu mahasiswa yang terlibat, Muflih (Fikes Unsulbar, 2016) menjelaskan bahwa pelayanan gratis ini berupa pijat bayi, perawatan ibu menyusui, pemeriksaan Tanda Tanda Vital (TTV), terapi bermain, edukasi penyelamatan diri  serta Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) lansia.

Pelayanan kesehatan di hari pertama berhasil memeriksa warga pengungsi sekitar delapan puluh orang. Hal tersebut berdasarkan keterangan Wakil Dekan I Fikes Unsulbar, Muhammad Irwan, S Kep Ners M Kes, saat dihubungi Unsulbar News.

“Kurang lebih 90% yang kita layani kesehatannya, tadi ada lansia, bayi, anak-anak, dan untuk dewasa mungkin sekitaran 50 lebih dan anak 30-an,” ungkapnya via WhatsApp (2/2).

Terkait kolaborasi, Wakil Dekan Fikes tersebut mengatakan ini kali pertama dilakukan dan akan tetap menjalin kerjasama di masa yang akan datang. Bukan hanya di pengabdian masyarakat tetapi di bidang penelitian, riset, dan pengembangan-pengembangan ilmu kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, dosen dari UINAM Dr Risna, SKM S Kep Ners M Kes juga berharap bisa melakukan sinergitas kolaborasi dalam berbagai hal kegiatan.

“Kita bisa melakukan sinergitas kolaborasi dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi itu, apakah dalam bentuk pendidikan dan pengajaran, narasumber seminar nasional, kegiatan ilmiah, penelitian, dan pengabdian masyarakat bersama,” ungkapnya.

Sumber: www.unsulbarnews.com