Dulu saya mengajar sangat konvensional dan hanya melihat secara objektifitas namun saat ini saya tenyata juga harus melihat siswa secara subjektif dengan menggunakan komunikasi yang baik dengan sikap terbuka. Saat ini proses belajar mengajar dengan siswa menjadi lebih nyaman dengan berdialog dan siswa menjadi lebih betah untuk tinggal disekolah dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan.

Melalui pelatihan ini saya belajar tentang dialog namun yang paling memberikan perubahan dalam pola saya mengajar adalah tentang bagaimana bertanya tanpa bertanya dan bertanya tanpa asumsi. Proses ini tentunya saya mulai dengan Menyusun rencana pembelajaran yang berbasis dialog seperti yang telah saya pelajari selama pelatihan. Pelatihan ini sangat membantu mengubah paradigma berfikir saya dalam mengajar, bagaimana siswa harus menjadi center aktivitas belajar mengajar dan dilakukan dengan penuh empati dan perhatian.

Ditempat saya mengajar banyak kasus bullying dengan menggunakan agama, fisik maupun latar belakang keluarga misalnya nama orangtua untuk saling bully.

Setelah mengikuti pelatihan ini setiap masalah yang ada termasuk bullying saya selesaikan dengan dialog dengan siswa dan mengajak siswa untuk saling berdialog. Dan Langkah awal yang saya lakukan adalah dengan bertanya tanpa bertanyaserta bertanya tanpa asumsi sehingga tidak ada yang merasa tersakiti akibat pertanyaan guru dan memberikan simpati dan perhatian pada siswa yang bermasalah. Hal ini membuat siswa tidak merasa tersingkir dan terabaikan melainkan akan merasa nyaman dan diperhatikan oleh guru.


Discover more from YPMIC

Subscribe to get the latest posts sent to your email.